Diberdayakan oleh Blogger.
Ping your blog, website, or RSS feed for Free

10 Alasan Kita Memerlukan Sabun


Ada sesuatu yang sangat mengagumkan dari sabun; manfaatnya sebagai pembersih serba guna! Tapi pastikan sabun yang digunakan adalah sabun berbahan alami sehingga khasiatnya dapat dirasakan bagi kulit dan juga kebersihan rumah. Berikut 10 manfaat sabun bagi rumah tangga.

1. Pembersih kulit
Anda mungkin akan kagum dengan kandungan emolien yang terdapat pada sabun alami jika dibandingkan dengan sabun produksi pabrik yang dijual di pasaran. Emolien dapat melembutkan dan membersihkan kotoran yang melekat pada kulit. Sabun produksi pabrik pada umumnya tidak lagi mengandung gliserin (zat yang juga dapat melembutkan kulit), mengandung beberapa bahan sintetis dan beracun sehingga dapat membuat kulit kering.

2. Membunuh kuman
Sabun berbahan alami dapat membunuh kuman. Kita dianjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air untuk membasmi kuman khususnya sebelum makan.

3. Pembasmi serangga
Selama berabad-abad, sabun juga telah digunakan sebagai pestisida, zat pembunuh hama pada tanaman. Zat yang terdapat pada sabun merusak sel membran serangga, mematikannya dengan membuat mereka dehidrasi. Hanya saja pastikan untuk tidak menggunakan lebih dari 2 sendok makan sabun ke dalam 3,8 liter air karena terlalu banyak sabun juga dapat mematikan tumbuhan.

4. Anti kutu pada hewan peliharaan
Sabun dan air bekerja sangat baik untuk membasmi kutu pada hewan peliharaan di mana kutu akan luruh bersama air setelah bulu hewan disabuni. Pastikan juga untuk menyisir bagian kepala hewan saat disabuni karena kutu akan berpindah ke bagian tersebut yang jarang terkena sabun.

5. Pembersih lantai kayu
Sayangnya, kebanyakan sabun terbuat dari detergen daripada bahan alami. Pilih sabun buatan tangan alami dan masih mengandung banyak emolien. Sabun dengan kandungan emolien sangat sempurna untuk membersihkan lantai kayu rumah dan membuatnya lebih mengkilap.

6. Pelicin karat
Gosokkan sabun pada mur dan baut yang berkarat untuk membuatnya kembali berfungsi dengan baik. Atau jika ada pintu yang engselnya berderit, Anda bisa menggunakan sabun untuk melicinkan engsel dan meredam bunyinya.

7. Pembersih bahan kulit
Sabun kuda/pelana merupakan bahan zaman dulu yang dapat digunakan untuk membersihkan bahan-bahan kulit. Cara membuatnya: 56 gr minyak jojoba, 56 gram minyak zaitun, 28 gr parutan/irisan sabun atau sabun cair, 84 gram air, dan 28 gram alkohol. Panaskan minyak jojoba, zaitun, dan sabun dengan suhu medium. Setelah semuanya mencair, angkat dari kompor dan tambahkan air serta alkohol, lalu segera aduk hingga semua bahan tercampur rata. Produk ini biasanya akan bertahan sekitar 6 bulan jika diletakkan di dalam toples dengan tutup yang rapat.

8. Pencuci pakaian
Hampir setiap cucian baju dicuci dengan menggunakan detergen. Jika Anda memiliki kualitas air rumah yang baik, lebih baik gunakan sabun batangan berbahan alami untuk mencuci pakaian (bukan yang mengandung detergen). Namun jika airnya tidak bagus, silakan memakai detergen. Pada dasarnya, sabun sangat baik untuk menyingkirkan kotoran pada pakaian.

9. Pembersih kaca
Kebanyakan di antara kita membersihkan kaca jendela untuk yang pertama kali dengan menggunakan cuka dan lantas menjadi kesal dengan hasilnya yang buruk. Padahal, sejak dulu sabun dengan cuka dan air diketahui cukup ampuh untuk membersihkan kaca. Untuk jendela baru, bersihkan terlebih dulu dengan sabun. Setelah itu, membersihkannya dengan cuka saja pun sudah cukup.

10. Pembersih serba guna
Sabun adalah alkalin dan dikombinasikan dengan beberapa mineral seperti baking soda, borak, atau washing soda yang sangat ampuh untuk beragam pekerjaan bersih-bersih.
READ MORE - 10 Alasan Kita Memerlukan Sabun

Sebab Si Kecil Bersikap Acuh



Anak usia prasekolah yang melakukan Gerakan Tutup Kuping (GTK), sebenarnya wajar karena anak usia ini masih egosentris. Misal, saat anak asyik dengan mainan baru, Anda menyuruhnya mandi, dia tidak mau mendengarkan. Jika hal ini hanya terjadi sesekali, itu masih dianggap wajar. Kala itu ia hanya memikirkan kesenangannya sendiri (egosentris) dan sedang euforia dengan mainan baru.

Akan tetapi, bila perilaku kuping itu berlangsung terus menerus, tentu perlu diwaspadai dan ditindaklanjuti. Anak selalu tak acuh saat orangtuanya memintanya untuk tidak berkelahi dengan adik. Anak selalu tak menghiraukan orangtuanya saat diminta berhenti menonton televisi, bahkan ia malah menangis atau tantrum.

Menurut Ine Indriani Aditya, MPsi, psikolog anak dari SATU Consulting ada beberapa kemungkinan penyebab perilaku seperti ini pada anak prasekolah.

1. Bentuk protes terhadap hal yang tak disukainya.
Umpama, anak kesal karena orangtuanya sering tidak menepati janji bermain bersama. Sebagai balasan, ia protes melakukan tindakan pasif-agresif dengan tidak mau mendengarkan orangtuanya. Apa pun yang orangtua perintahkan anak tidak menuruti.

2. Sebagai cara mencari perhatian atau sebagai bentuk kekecewaan.

Karena orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaan di kantor, dan tidak ada waktu bermain bersama, si kecil mencari perhatian dengan cara menutup kuping. Bila anak tidak mau mendengarkan, tentu orangtua akan terus menerus berfokus pada diri anak dengan tujuan membujuk terus si anak untuk mendengarkannya. Tujuan si anak pun tercapai, yaitu dirinya mendapatkan perhatian orangtuanya.

3. Orangtua tidak konsisten.

Aturan yang tidak konsiten membuat anak abai terhadap apa yang dikatakan orangtua. Misal, orangtua membuat aturan tentang jam menonton televisi, tetapi aturan tersebut terkadang dijalankan, terkadang tidak. Ujung-ujungnya membuat anak bingung, apakah orangtua benar-benar menerapkan peraturan ini atau tidak. Tak heran, ketika orangtua melarang anak, untuk tidak menonton televisi, anak pun mengabaikannya padahal ia tahu orangtuanya bisa saja berubah pikiran dan memperbolehkan untuk menonton.

4. Orangtua tidak suka mendengarkan anak dan bicara searah.

Ada orangtua yang sering berbicara atau menegur, menyuruh hingga harus berkali-kali bahkan berteriak meminta anak untuk mendengar atau menurutinya. Di sisi lain, anak bolak-balik mengeluh atau membutuhkan sesuatu, tetapi tidak pernah didengar/ditanggapi orangtua. Kasus seperti ini banyak terjadi. Jadi, bagaimana mungkin anak mau mendengarkan orangtua dengan baik, sementara orangtua tidak memberikan contoh konkret tentang bagaimana menjadi pendengar yang baik?

Ingat, anak cenderung meniru perilaku orangtua. Bila orangtua mampu menjadi pendengar yang baik, selalu bersedia menerima keluh kesah anak, tanpa disuruh, ia akan cenderung meniru perilaku orangtua, yaitu sigap mendengarkan orangtua dan orang lain. Sebaliknya, bila orangtua tidak pernah mendengarkan anak, tak berempati terhadap perasaan anak, dan berbicara satu arah tanpa diskusi, maka tak perlu heran jika anak menjadi pengikut GTK.

5. Orangtua terlalu memanjakan atau "mengiyakan" semua keinginan anak.
Jangan salah, mengiyakan semua permintaan anak juga membuat si anak menjadi pribadi egois yang tidak mau mendengarkan perintah atau aturan, terutama terkait dengan hal-hal yang tak mau ia lakukan. Karena terbiasa semua keinginan dituruti, apa yang diminta/disuruh/dilarang orangtua, akan diabaikan oleh anak. Karena ia berpikiran, "Bila aku tidak mengerjakan atau mengikuti keinginan Ayah Ibu, aku oke oke saja tuh."

6. Anak memiliki masalah emosional atau stres.

Ketika anak memiliki masalah dan emosi yang tidak stabil, ia berperilaku negatif. Salah satunya tidak mau mendengarkan orangtua atau guru. Bisa juga karena tuntutan orangtua yang terlalu besar. Misalnya, di usia prasekolah, anak sudah diikutkan oleh berbagai les. Ini membuat anak kelelahan dan akhirnya menolak semua yang disarankan/dinasehati orangtuanya, karena menganggap orangtuanya telah membuatnya lelah.
READ MORE - Sebab Si Kecil Bersikap Acuh

Yang Pria Cari dengan Berselingkuh

 
Meski tak disukai, bahkan cenderung dihindari, perselingkuhan semakin menjadi hal umum yang kerap ditemui dalam kehidupan berpasangan. Janis Abrahms Spring dalam bukunya After the Affair juga menyebutkan satu dari 2,7 pasangan cenderung tak setia.

Perselingkuhan dilakukan pria dan wanita. Saat pria berselingkuh, biasanya selalu dikaitkan dengan seks. Bob Tomes & Jane Warren, Relationship Coach, menyebutkan, ada lima penyebab mengapa pria berselingkuh tak sekadar seks.

Bob dan Jane mengatakan, perasaan tak bahagia dengan hubungan dan adanya sesuatu yang hilang membuat pria berselingkuh dan mencari berbagai hal ini:

1. Keterikatan emosi

Semakin lama sebuah hubungan berjalan, ada kecenderungan baik perempuan maupun laki-laki merasa dirinya paling benar. Komunikasi pun semakin tersendat. Jika hal ini sering terjadi, pria cenderung menarik diri dan menjadi lebih pendiam, menjaga jarak. Saat ini terjadi, keterikatan emosional semakin sulit didapatkan pasangan.

Ketika pria bertemu dengan perempuan lain yang membuatnya merasa dipahami, akan lebih mudah baginya untuk memiliki kembali kedekatan emosi yang hilang dari hubungannya dengan pasangan. Hubungan emosional inilah yang dicarinya dari perselingkuhan.

2. Apresiasi
Pria senang mendapatkan apresiasi. Namun, problemnya, mereka juga kerap tak tahu caranya untuk meminta apresiasi kala merasa membutuhkannya tetapi tak mendapatkannya dari pasangan. Nah, ketika pria lebih sering mendapatkan kritik dari pasangannya dan selalu berada di pihak yang bersalah, mereka mulai mencari afirmasi positif dari luar.

3. Intimasi
Hal lain yang dicari pria dari berselingkuh adalah intimasi. Saat pria mencari intimasi dengan berselingkuh, tandanya ia tak mendapatkannya dari pasangan karena berbagai sebab. Pria ingin didengarkan oleh pasangan, tentang rencananya, impiannya, dan harapannya. Namun, sering kali pria tak tahu cara mengomunikasikannya ketika pasangan kurang memiliki kemampuan mendengar ini. Nah, saat menjalin hubungan dengan orang baru, pria merasa lebih mudah mengungkapkan semua hal tentangnya, dan karena merasa didengar, ia mendapatkan intimasi tersebut.

4. Perasaan diinginkan
Setiap orang pastinya merasa diinginkan, berapa pun usia, jenis kelamin, dan pekerjaannya, tak terkecuali pria. Pria cenderung terkait dengan peran sebagai sosok yang memberikan rasa aman dan sosok kuat. Perannya ini membuat pria sekadar menjalani tugas mengayomi, tetapi apa yang diberikannya tak lagi penting. Alhasil, pria merasa tak diinginkan, tetapi hanya dibutuhkan. Di hubungan baru, pria merasa lebih berarti karena bukan sekadar dibutuhkan, melainkan diinginkan pasangannya.

5. Seks
Seks menjadi satu cara bagi pria untuk merasa terhubung dengan pasangannya. Mereka merasa dihargai dan diinginkan dengan berhubungan seks. Ketika kesenangan ini tak lagi didapatkannya dari pasangan, pria kemudian mencarinya dengan berselingkuh. Pada hubungan baru tersebut, biasanya frekuensi hubungan seks juga lebih sering.
 
READ MORE - Yang Pria Cari dengan Berselingkuh

Entri Populer