Blogger Bertuah
Diberdayakan oleh Blogger.
Ping your blog, website, or RSS feed for Free

4 Hal Terlarang Saat Malam Pertama

 

Malam pertama tentu sangat dinantikan para pengantin baru. Meskipun saat itu Anda sedang kelelahan karena baru saja melewati rangkaian perayaan pernikahan, dalam benak Anda tentu telah tersusun berbagai rencana untuk membuat malam pertama menjadi momen tak terlupakan. Namun, selain menyiapkan lingerie tercantik atau musik yang romantis, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan.

1. Mengontrol si dia
Saat bercinta, apalagi untuk pertama kalinya, pria pasti ingin terlihat berpengalaman. Sekalipun si dia kurang lihai, sebaiknya jangan mengambil alih dan mendominasi permainan. Ada baiknya Anda membiarkan dia membimbing Anda, atau mendominasi "permainan" di atas ranjang. Hal ini bisa membantu meningkatkan kepercayaan dirinya saat bercinta. Namun, bukan berarti Anda harus menekan mood dan keinginan Anda untuk melakukan sesuatu. Boleh saja memberikan masukan, tapi jangan mengambil alih dan memaksanya untuk melakukan keinginan Anda.

2. Bicara masa lalu
Ada banyak topik pembicaraan yang bisa jadi bahan obrolan untuk memulai sesi bercinta. Hanya saja, hindari bicara tentang pasangan Anda di masa lalu, terutama jika Anda lebih berpengalaman daripada dirinya. Topik tersebut justru bisa membuat si dia jadi minder, terusik egonya, atau ilfil, lalu enggan bercinta. Menceritakan masa lalu Anda justru akan memancing masalah baru dengan si dia. Hindari mengungkit cara Anda dan mantan suami Anda berhubungan intim, apalagi membandingkan dengan cara si dia.

3. Terlalu pemalu
Kemungkinan besar, malam pertama juga merupakan pengalaman pertama Anda bercinta. Namun, jangan menjadi perempuan yang terlalu pemalu atau pasif saat bercinta. Yang paling sering terjadi, perempuan menolak untuk tampil tanpa pakaian di hadapan suami. Ketakutan dan rasa malu yang berlebihan bisa mematikan gairah bercintanya. Atau sebaliknya, ia malah jadi gemas dan makin senang menggoda Anda. Pada saat seperti ini, sebaiknya Anda tak usah ngotot menolak apa pun yang jadi keinginannya. Coba dulu perlahan-lahan. Toh, si dia kini sudah resmi menjadi suami  Anda. Bila perlu, matikan saja lampunya supaya suami tak melihat wajah Anda yang memerah.

4. Memilih gaya "woman on top"
Terlalu agresif saat malam pertama juga berbahaya buat Anda. Karena gairah yang memuncak, tanpa sadar Anda sering mengambil posisi di atas. Bukannya tak boleh, hanya saja hal ini menunjukkan keinginan Anda untuk mengontrol si dia. Atau, si dia langsung minder karena mengira Anda sudah jauh lebih berpengalaman daripada dirinya. Pada dasarnya, pria sangat terangsang saat melihat perempuan yang berbaring di ranjang dengan sedikit malu-malu. Ini akan membuat gairahnya makin meningkat
READ MORE - 4 Hal Terlarang Saat Malam Pertama

Bos Lebih Butuh Teman Daripada Karyawan Pintar



Setiap orang cenderung menonjolkan kemampuan terbaik yang dimiliki saat sedang wawancara kerja. Dengan melakukan hal ini, Anda berharap bisa diterima bekerja di perusahaan yang Anda tuju. Hanya saja, menunjukkan kerja keras dan kemampuan terbaik saja ternyata belum cukup untuk diterima bekerja.
Penelitian terbaru yang dilakukan Northwestern University mengungkapkan, saat merekrut karyawan baru, seorang bos ternyata tidak terlalu fokus untuk mencari seorang pekerja keras, melainkan calon karyawan yang bisa menjadi teman.

"Tentu saja, perusahaan ingin punya karyawan yang pandai. Tetapi ketimbang mencari karyawan yang hebat, seorang bos lebih ingin punya karyawan yang bisa menjadi teman atau mungkin kekasih," ungkap Laura Rivera, salah satu penulis studi.

Penelitian yang dimuat dalam American Sociological Review ini dilakukan dengan metode wawancara terhadap 120 profesional yang bekerja di bidang ekonomi, firma hukum, dan konsultasi manajemen. Hasilnya, lebih dari 50 persen orang memilih calon karyawan yang lebih bersahabat ketimbang calon karyawan yang pandai. Kenyamanan yang didapat dari karakter yang bersahabat tersebut kemudian dikombinasikan dengan keterampilan kognitif dan teknis yang dimiliki untuk mendukung pekerjaannya.

Evaluasi wawancara kerja juga didasarkan pada kesamaan visi dan misi perusahaan, latar belakang pendidikan, dan presentasi diri. Menurut Rivera, hal ini bukan berarti perusahaan tidak mempekerjakan orang yang berkualitas. Hanya saja, lebih sulit menemukan rekan kerja yang bisa betul-betul mampu menjadi "rekan" dalam bekerja ketimbang menemukan pekerja yang pandai.
Alasan lain mengapa atasan cenderung mencari karyawan yang mudah berteman adanya ketakutan bahwa suatu saat nanti posisi mereka akan digantikan dengan karyawan baru yang lebih pandai ini.
READ MORE - Bos Lebih Butuh Teman Daripada Karyawan Pintar

3 Cara Meningkatkan Kreativitas


Duh, macet, buntu, deadlock! Kalau proses kreatif Anda maupun seluruh anggota tim Anda mulai terhambat, apa yang sebaiknya Anda lakukan? Anda mungkin akan bergegas mengambil secangkir kopi, membuka-buka buku, atau menghirup udara segar untuk mencari ide-ide baru. Namun beberapa penelitian terkini menemukan beberapa cara baru untuk meningkatkan kreativitas Anda. Harapannya, sesi brainstorming kembali jadi "hidup" setelah Anda melakukannya.

1. Beraktivitas lah di luar ruangan. Para backpacker mampu mengerjakan tes intelijensi kreatif 50 persen lebih baik setelah melakukan hiking selama empat hari, demikian menurut sebuah studi dari University of Kansas. "Alam hanya memiliki sedikit sekali pemicu stres, karena tidak ada e-mail masuk atau telepon yang berdering-dering," ujar profesor psikologi Ruth Ann Atchley, PhD. "Bahkan hiking selama satu hari saja akan memberikan Anda peningkatan mental."

2. Tonton film berbahasa asing (selain bahasa Inggris). "Mengidentifikasi dua budaya sekaligus akan melatih Anda untuk melihat perspektif yang berbeda-beda," demikian menurut Carmit Tadmor, PhD, ketua tim peneliti dari Tel Aviv University yang melacak kreativitas orang-orang yang tinggal di negara lain. Jika Anda tidak sedang berniat travelling ke luar negeri, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang sama dengan menikmati hidangan asing atau memelajari bahasa asing yang baru.

3. Nikmati sedikit wine. Studi dari University of Illinois, Chicago, mengungkapkan bahwa sedikit tipsy bisa saja meningkatkan daya temu Anda, karena minum alkohol bersifat melonggarkan kontrol dalam diri kita. "(Pengaruh alkohol) membuat Anda bersedia mempertimbangkan ide-ide yang gila," ujar ketua tim peneliti, Andrew Jarosz.
READ MORE - 3 Cara Meningkatkan Kreativitas

Dekat-dekat Orang Flu Tak Bikin Kita Ketularan



Paling sebal kalau di kantor banyak yang terserang flu. Anda jadi khawatir akan ketularan jika berdekatan dengan mereka. Namun, menurut para peneliti dari Henry Potter Advisory Committee Member (HPAC), orang yang gampang kena flu sebenarnya bukan karena tertular orang lain yang sudah mengidap flu.

Menurut tim peneliti, banyak orang Inggris yang tidak tahu apa yang menjadi penyebab terjadinya flu, sehingga mereka makin mudah terpapar virus influenza. Gangguan batuk dan pilek menyebabkan orang merasa tidak nyaman selama seminggu atau lebih, sehingga memengaruhi pekerjaan dan kehidupan sosial kita.

"Dari riset yang baru ini, terlihat banyak terlalu banyak orang yang meremehkan durasi flu, dan tidak memahami cara perpindahan virus itu. Banyak orang yang menghindari berciuman dengan pasangan yang sedang flu -padahal virus flu bukan berada di air liur- namun mereka berulangkali menyentuh permukaan yang terinfeksi virus dan tidak mencuci tangan, yang dengan cepat meningkatkan risiko infeksinya," papar ahli kekebalan dan pengobatan herbal, Dr Serene Foster.

Menurutnya, tubuh sebenarnya punya mekanisme pertahanan yang baik untuk melawan virus. Namun, banyak orang yang membuat diri mereka berisiko terkena flu karena tidak benar-benar memahami bagaimana virus ditransmisikan, atau bagaimana penyakit itu memengaruhi tubuh. Mayoritas orang juga tidak tahu bagaimana menerapkan higienitas yang baik, seperti mencuci tangan, untuk mengenyahkan paparan virus.

Survei dari Potter's Herbal juga menunjukkan perbedaan pemahaman mengenai proses penularan virus flu. Hanya seperempat responden yang tahu bahwa kita bisa saja terkena flu dengan berbagi peralatan makan. Kemudian, hanya 12 persen yang tahu bahwa flu bisa ditularkan melalui handuk yang digunakan berulang-ulang, dan hanya 10 persen yang tahu bahwa peralatan fitnes yang sudah digunakan member lain juga bisa menularkan virus.

Dua pertiga responden mengira bisa ketularan flu kalau berada di dekat orang yang bersin, namun sepertiga orang tidak menyadari bahwa hal ini bisa menjadi rute utama infeksi virus.

Hampir separuh orang juga salah mengira bahwa kita bisa tertular flu jika orang di sekitar kita juga mengalami flu. Hanya seperempat responden yang yakin bisa mencegah flu dengan memastikan higienitas yang baik seperti mencuci tangan. Hanya 8 persen yang mengatakan bahwa flu bisa dihindari karena kita bisa membangun sistem kekebalan kita sendiri.
READ MORE - Dekat-dekat Orang Flu Tak Bikin Kita Ketularan

Entri Populer